pengaruh

Ini Dampak Game Online di Masa Pandemi – Perkembangan teknologi dari zaman ke zaman mengalami perubahan yang sangat pesat.Hal tersebut didukung karena adanya ide-ide baru yang kreatif dan inovatif.

Salah satu bentuk dari adanya perkembangan teknologi ialah game online.Game online ialah sarana refreshing dari semua kalangan umur,mulai dari anak-anak hingga yang sudah dewasa.Serta tidak memandang gender,laki-laki maupun perempuan bebas memainkannya.

Game online biasanya dimainkan untuk menghilangkan rasa jenuh,mengisi waktu luang,hingga dijadikan sebagai hobi bagi orang banyak.Keunikannya ialah pemain seperti masuk ke dalam game tersebut sehingga terkesan nyata.Hal itulah yang membuat pemain semakin tertantang dan ingin memenangkan game tersebut.

Pada masa pandemi ini banyak orang yang merasa jenuh dan bosan berada di rumah.Dulunya bebas keluar kapan saja seperti bekerja,sekolah,maupun liburan kini hanya bisa berdiam diri di rumah.Dengan adanya game online ini dapat mengurangi orang yang mengalami depresi,bosan,dan jenuh di rumah memiliki hiburan.Adapun game online yang sedak marak-maraknya dimainkan oleh khalayak seperti PUBG,Mobile Legends,Free Fire,dll.Banyaknya iklan yang dipasang di berbagai platform membuat suatu aplikasi game tersebut melambung dan memiliki peminat yang sangat banyak.Dan semakin bertambah tiap waktunya.

Data dari statistika menunjukkan ada 50,8 juta pengguna mobile game di 2020. Hal tersebut tidak lepas dari imbas kebijakan work from home (WFH) dan belajar di rumah. Alhasil membuat penggunaan dan unduhan aplikasi game online melonjak, bahkan diprediksi akan meningkat sebanyak 21,6 persen di 2025.

Seorang psikolog asal Belanda yang bernama Geert Verheijen memaparkan hasil yang ditemukannya bahwa anak-anak yang bermain game dengan jangka waktu yang lama akan merasa lebih kesepian.Sebaliknya,apabila mereka bermain secara interaktif bersama teman-temannya yang terjadi adalah mereka dapat menghilangkan rasa kesepiannya.Tetapi di situasi pandemi seperti ini interaksi sosial akan sulit untuk didapat.

Bersosialisasi dalam permainan dapat menawarkan kemungkinan yang lebih emosional daripada bentuk interaksi jarak jauh lainnya. Sebab, game membawa para pemainnya ke “dunia bersama”, yang terpisah dari kecemasan akan pandemi.Tetapi di sisi lain,peran game online di masa pandemi ini membawa dampak negatif di sebagian kalangan.

Seperti anak-anak yang lupa akan tanggungjawabnya untuk melaksanakan daring dan lebih memilih untuk bermain games terus menerus.Ada juga orang-orang yang rela menghabiskan uangnya hanya untuk membeli perlengkapan game.Dampak negatif lainnya yaitu kecanduan,gangguan penglihatan,sindrom quervain,dsb.

Sebagai contoh nyata ialah kisah kecanduan seorang anak yang bernama Del Piero yang dilansir dari TribunJakarta.Bocah tersebut menghilang seusai pulang sekolah bersama satu kawannya.Del Piero beserta kawannya menghilang selama 2 minggu.Pihak keluarga telah melaporkan hal ini kepada polisi.Setelah itu,Del Piero ditemukan di kawasan Klender,Jakarta Timur.Alasan mereka kabur ialah untuk mendapatkan uang yang digunakan untuk bermain game online di warnet.

WHO mengklasifikasikan kecanduan game sebagai salah satu jenis gangguan mental.Penyebab yang melatarbelakangi ialah anak mudah kecanduan game karena otak anak-anak masih sangat fleksibel dan akan terus berkembang hingga berusia 17 tahun.

Beberapa hal yang menjadi penyebab kecanduan game online seperti selalu berkembang dan tidak ada habisnya,adanya kompetisi yang memberikan hadiah menjanjikan,memberikan dunia yang diinginkan pemain,adanya level yang selalu bertambah,dan banyak lagi. Hal-hal negatif inilah yang perlu dihindari dan dicegah dengan menanamkan prinsip pada diri kita.

Berpatok pada prinsip hidup maka motivasi belajar akan muncul.Dengan adanya prinsip serta motivasi belajar,kita dapat mengatur waktu dan lebih produktif lagi.Serta tidak terlena oleh arus globalisasi yang sangat pesat ini.Cara mengatasi kecanduan bermain game dapat dilakukan dengan mulai menata kembali aktivitas harian,melakukan hobi yang bermanfaat,serta membatasi penggunaan smartphone secara bertahap.

Sebagai generasi muda,kita harus bisa menempatkan diri kita serta pandai dalam manajemen waktu sebaik mungkin.Bermain game online bisa saja asal kita dapat mengaturnya dengan baik.Dengan begitu hal-hal negatif yang ada dapat tertutupi dengan hal positif yang kita lakukan.

By admin